Salah satu peserta lomba Mapsi cabang rebana tampil diatas panggung, Rabu (5/10/2022).
BOYOLALI --- Untuk memperkuat profil pelajar pancasila di kalangan peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali melalui Kelompok Kerja Guru (KKG) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kabupaten Boyolali menggelar Lomba Mata Pelajaran Islam dan Seni Islami (MAPSI) ke 23 di Lapangan Godeg, Desa Ngenden, Kecamatan Ampel, Boyolali, Rabu (5/10/2022).
Kegiatan ini diikuti ratusan siswa siswi Sekolah Dasar (SD)
dari 22 Kecamatan se Kabupaten Boyolali, mereka akan mengikuti berbagai cabang
lomba seperti kaligrafi, tilawah, azan dan iqamah, mocopat islami, teknologi komputer,
wudhu dan shalat, hifzil, rebana, hingga materi Pendidikan Agama Islam dan Budi
pekerti serta penguatan karakter pelajar pancasila.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boyolali, Darmanto,
menghadiri secara langsung kegiatan Lomba Mapsi ke 23 tingkat Kabupaten
Boyolali tersebut, Menurutnya, “kegiatan ini cerminan sesuatu yang luar biasa, jadi
pendidikan itu merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, keluarga dan
masyarakat. Kegiatan Mapsi ini merupakan contoh real dan nyata bisa kita lihat
partisipasi masyarakat yang luar biasa, tanpa dukungan masyarakat keberhasilan
pendidikan masih tanda tanya. Keberhasilan pendidikan itu sangat ditentukan
oleh peran serta masyarakat atau PSM, Lomba Mapsi itu penting, menjadi juara
Mapsi itu juga penting, namun yang lebih
penting adalah upaya ini dalam kerangka penguatan profil pelajar pancasila,
sehingga kita ingin kegiatan ini nantinya bagi warga muslim untuk melanjutkan
perjuangan islam, menguatkan karakter budi pekerti pada anak anak didik, cinta
pada budaya dan agamanya serta bangsa Indonesia, Pak Bupati M. Said Hidayat
berpesan, sebuah keberhasilan pendidikan itu diperlukan totalitas, sehebat
apapun potensinya, ketika mereka tidak total, tidak fokus, tidak semangat,
keberhasilan itu tidak ada, jadi sebenarnya keberhasilan pendidikan ini proses
yang panjang, untuk mencapai sebuah keberhasilan. Dan keberhasilan itu butuh perjuangan,
contohnya anak anak yang ikut lomba ini, mereka tidak mungkin bisa seperti ini
tanpa kerja keras, tanpa latihan, bisa inovasi seperti sangat luar biasa sekali,
Ujarnya.
Salah satu peserta cabang kaligrafi putri sedang menyelesaikan pembuatan kaligrafi.
Sementara itu menurut salah satu panitia, Sri Handayani,
menjelaskan, “kegiatan lomba mapsi ini diikuti peserta sebanyak 528 orang siswa
siswi sekolah dasar dari 22 Kecamatan se Kabupaten Boyolali. Mereka akan
mengikuti 9 cabang lomba untuk putra, 8 cabang lomba untuk putri dan satu lomba
rebana jadi total ada 18 cabang lomba seperti lomba kaligrafi, tilawah, azan
dan iqamah, mocopat islami, teknologi komputer islami, wudhu dan shalat, hifzil,
rebana, hingga materi Pendidikan Agama Islam dan Budi pekerti serta penguatan
karakter pelajar pancasila. Harapannya kegiatan ini bisa membentuk karakter
peserta didik agar lebih religius, selain itu mengimplementasikan kurikulm
merdeka dengan pengutaan karakter profil pelajar pancasila, Ungkapnya.
Selaku pengurus KKG PAI Kab. Boyolali, Guritni Hidayah,
mengatakan, Alhamdulilah merasa sangat
senang sekali kegiatan lomba mapsi tingkat kabupaten boyolali hari ini berjalan
lancar, anak anak sangat semangat sekali, motivasi dari pembina, pendamping,
kepala sekolah dan koordinator luar biasa sekali, mantap pokoknya, dan kegiatan
ini sangat meriah sekali. Harapannya kegiatan ini dapat membentuk karakter anak
anak dengan berahlak mulia dan supaya lebih maju dalam beribadahnya, Ujarnya.
Komentar
Posting Komentar