Lolos Passing Grade PPPK Tahap 1 tanpa Formasi, GTT PAI di Undang Ketua DPRD Boyolali

 

Ketua DPRD Kab. Boyolali, Marsono, SH, menerima Pengurus GTT PAI
 Passing grade  PPPK guru tahap 1 di ruang kerjanya, Kamis (13/1/2022).

BOYOLALI NEWS --- Sejumlah perwakilan guru tidak tetap (GTT) Pendidikan Agama Islam (PAI) Kab. Boyolali yang sudah lolos passing grade seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru tahap 1 namun belum juga mendapatkan formasi sekolah mengadu kepada Ketua DPRD Kab. Boyolali, Kamis (13/1/2022).

Mereka datang mewakili 81 orang guru agama islam se Kab. Boyolali yang sudah lolos passing grade atau nilai ambang batas seleksi ASN PPPK guru tahap 1 namun belum mendapatkan formasi.

Para guru pendidikan agama islam tersebut diterima langsung oleh Ketua DPRD Kab. Boyolali, Marsono, di ruang kerjanya di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Boyolali.

Ikut hadir dalam audiensi tersebut, Ketua GTT PAI Kab. Boyolali, Eksani (37), menurutnya, kedatangannya kepada ketua DPRD Kab. Boyolali tersebut didampingi empat orang pengurus GTT PAI Kab. Boyolali, tujuannya untuk menyampaikan aspirasi dan permohonan para guru agama islam SD dan SMP yang sudah lolos passing grade atau nilai ambang batas seleksi ASN PPPK guru pada tahap 1, namun belum juga mendapatkan formasi hingga saat ini. Sedangkan teman-teman seangkatannya yang sudah lolos dan mengisi formasi di tahap 1 sudah pemberkasan di BKP2D Boyolali.

Kami menyampaikan empat permohonan kepada ketua DPRD Kab. Boyolali untuk disampaikan kepada Bupati Boyolali, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Boyolali untuk memberikan tambahan formasi bagi kami guru agama islam yang sudah lolos Passing grade PPPK guru di tahap 1. Kami memohon untuk yang sudah lolos passing grade langsung saja diangkat di sekolah induk mereka masing masing tanpa harus ada perangkingan lagi saat optimalisasi tahap ketiga nanti atau saat pembukaan formasi PPPK guru di tahun 2022.

Selain itu kami juga memohon untuk penambahan formasi guru agama islam SD dan SMP di tahun 2022 agar lebih banyak lagi, pasalnya di tahun 2021 hanya 29 formasi guru agama islam sementara guru honorernya mencapai 388 orang guru agama islam, sangat sedikit sekali, bahkan tidak berimbang dengan kekosongan guru agama islam SD dan SMP di Boyolali.

Saat ini hampir semua Kecamatan di Boyolali terutama  sekolah SD banyak sekali guru agama islam yang sudah pensiun dan per kecamatan rata rata hanya tinggal beberapa orang saja yang PNS, lainnya diisi para guru honorer, bahkan di Kecamatan sawit tidak ada guru agama Islam yang PNS. Semua diajar oleh Guru agama islam honorer. Ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kab. Boyolali, Marsono, mengatakan, aspirasi para GTT PAI Kab. Boyolali yang sudah lolos passing grade PPPK guru ditahap 1 ini kami terima, nantinya permohonan dari GTT PAI yang sudah kami terima ini akan kami sampaikan kepada Bupati Boyolali sebagai pemangku kebijakan, tentunya dengan melihat anggaran yang ada seperti apa, nanti akan kami evaluasi bersama, selain itu banyaknya para GTT yang lolos PPPK guru baik di tahap 1 dan tahap 2 membuat penerima Kesejahteraan rakyat (Kesra) dari APBD Kab. Boyolali tentunya berkurang penerimanya, dan nantinya akan didata ulang siapa saja yang masih mendapatkan Kesra tersebut tentunya yang masih guru honorer dan tenaga honorer, Semoga di tahun 2022 ini masih tetap mendapatkan Kesra lagi, Ujarnya.

Audiensi ini merupakan permohonan para GTT PAI Kab. Boyolali yang sudah lolos passing grade PPPK guru tahap 1 tahun 2021 yang sudah melayangkan surat resmi pada bulan oktober tahun 2021 yang lalu. Karena Ketua DPRD Boyolali masih banyak agenda serta kegiatan HUT DPRD Boyolali, maka baru bisa terealisasi hari ini.

Salah satu GTT PAI dari SDN 3 Winong, Boyolali, Sri Handayani (38), yang ikut audiensi tersebut mengatakan, ia merasa senang bisa menyampaikan aspirasi secara langsung kepada ketua DPRD Kab. Boyolali, semoga permohonan kami yang sudah lolos passing grade PPPK guru segera diberikan formasi, Ungkapnya.

Harapannya audiensi ini menjadi titik awal untuk para guru agama islam SD dan SMP mendapatkan formasi di sekolah induknya masing-masing. (Sani)



Komentar