Peringati Hari Pahlawan Guru Agama Di Boyolali Tulis Surat Ke Presiden Jokowi

 

Sri Handayani, S.Pd.I Guru Agama Islam Lolos Passing Grade PPPK Guru Menulis surat untuk Presiden Jokowi, Rabu (10/11/2021).

BOYOLALI NEWS --- Momentum peringatan hari pahlawan tahun 2021 ini diperingati bangsa indonesia dengan berbagai cara, salah satunya sejumlah guru agama islam yang tergabung dalam Paguyuban GTT PAI Kabupaten Boyolali dengan mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo melalui Kantor Pos di Jalan Pandanaran, Boyolali, Rabu (10/11/2021).

Menurut Ketua GTT PAI Kab. Boyolali, Eksani, “Hari ini kami dari perwakilan GTT PAI yang Lolos Passing Grade PPPK Boyolali mengirimkan surat kepada Bapak Presiden Jokowi yang ada di Jakarta. Harapan kami bahwa guru-guru agama islam yang sudah lolos passing grade dalam seleksi ASN PPPK tahap 1 itu diberikan formasi oleh bapak Presiden Jokowi. Bertepatan pula dengan hari Pahlawan saat ini, kami guru-guru bukan pahlawan tanpa tanda jasa, akan tetapi kami guru-guru yang mencerdaskan anak-anak bangsa dengan mendidik budi pekerti yang luhur, kami memohon dengan sangat, Bapak Presiden Jokowi memberikan formasi bagi kami guru-guru agama islam di Indonesia yang sudah lolos nilai ambang batas atau passing grade,” Ujarnya.

Sementara itu sejumlah perwakilan GTT PAI Kabupaten Boyolali mendatangi kantor pos dengan mengenakan pakaian adat kebaya dan berseragam pramuka. Mereka tetap semangat untuk menyuarakan aspirasi guru-guru agama islam di SD dan SMP yang sudah lolos passing grade dalam seleksi ASN PPPK Tahap 1 pada bulan september lalu untuk bisa mendapatkan formasi di sekolah induk mereka masing-masing.

Salah satunya, Sri Handayani, perwakilan guru agama islam dari SDN 3 Winong, Boyolali Kota ini rela mengenakan pakaian kebaya untuk memperingati hari pahlawan dan mendatangi kantor pos Boyolali.

Menurutnya, “hari ini tanggal 10 November 2021 bertepatan dengan hari pahlawan, kami dari Paguyuban GTT PAI Kabupaten Boyolali menyampaikan surat secara resmi kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Bapak Jokowi, agar kami diberikan formasi setelah kami mengikuti tes ASN PPPK Tahap 1 dan sudah lolos passing grade namun belum dapat formasi. Harapan kami setelah Bapak Presiden Jokowi membaca surat kami untuk segera memberikan formasi kepada kami, karena kami bukan pahlawan tanpa tanda jasa akan tetapi kami adalah guru-guru honorer yang telah mencerdaskan anak bangsa,” Ungkapnya.

Sebelumnya sejumlah guru agama islam yang sudah lolos passing grade tersebut berkumpul di sekretariat GTT PAI Kabupaten Boyolali di kampung Lor Jurang, Pulisen, Boyolali untuk menuliskan konsep surat yang akan dikirimkan kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta.

Para guru agama islam tersebut sadar bahwa surat resmi yang mereka kirimkan ke Presiden belum tentu akan dibaca oleh Presiden, namun hal ini merupakan salah satu bentuk ihtiar atau usaha para guru agama islam dalam menyuarakan aspirasi mereka yang sudah mengikuti tes ASN PPPK Guru dan lolos passing grade.

Mereka juga merasa resah karena menurut informasi dari Kemendikbud bahwa jadwal ujian seleksi ASN PPPK Guru tahap 2 akan segera dibuka melalui website Kemendikbud pada bulan November ini. Para guru agama islam yang sudah lolos passing grade khawatir dengan dibukanya seleksi tahap 2 nasib mereka akan semakin tidak jelas lantaran jumlah formasi guru agama islam di Boyolali tersisa 8 formasi saja yang nantinya mereka akan bersaing dengan guru-guru sekolah swasta yang sudah bersertifikat pendidik dengan sudah mengantongi nilai point 500.

Tentu seleksi PPPK guru tahap 2 ini menjadi tidak adil bagi para guru honorer di sekolah negeri lantaran mereka sama sekali tidak memiliki sertifikat pendidik, karena aturan yang mengganjal guru guru honrer di sekolah negeri untuk bisa mendapatkan sertifikat pendidik.

Harapannya dengan mengangkat para guru honorer agama islam di sekolah negeri ini bisa menjawab rencana Mendikbud Nadiem Makarim untuk mengangkat 1 juta guru honorer di Indonesia. (Sani/ B-News).

Komentar