Simulasi Bencana, Ratusan siswa SDN 1 Boyolali panik saat gempa bumi

Petugas BPBD Boyolali, Gembong, memberikan pemaparan tentang kebencanaan di Aula SDN 1 Boyolali, Senin (23/9/2019). BOYOLALI --- Suara sirine dari mobil rescue Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali meraung raung di halaman Sekolah Dasar (SD) Negeri 1 Boyolali, Senin (23/9/2019) pagi. Siswa siswi yang masih mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas ikut panik, apalagi ada himbauan melalui pengeras suara oleh guru piket bahwa telah terjadi gempa bumi berkekuatan 8,1 SR. Oleh karena itu anak-anak harus menyelamatkan diri dengan tas ditaruh diatas kepala kemudian menuju titik kumpul atau tanah lapang yaitu halaman sekolah. Kegiatan ini merupakan simulasi pengurangan resiko bencana gempa bumi yang dilakukan SDN 1 Boyolali bekerjasama dengan BPBD Boyolali. Sebelum kegiatan dimulai, tim BPBD Boyolali memberikan pemaparan dan simulasi mitigasi bencana di Aula setempat. Menurut Kepala Sekolah SDN 1 Boyolali, Endang Sri Sulastringingsih (56) mengatakan,“ kami berharap bahwa dengan kegiatan ini tadi anak-anak akan mengetahui, bagaimana dan apa yang harus dilakukan apabila terjadi gempa, sehingga anak tidak panik dan tidak bingung, anak-anak bisa mengendalikan diri masing-masing untuk menyelamatkan diri, dan bagaimana langkah anak-anak apabila ada kejadian gempa bumi,” Ungkapnya. Sementara itu petugas dari BPBD Boyolali, Gembong Suroto (45), mengatakan, “Boyolali merupakan salah satu daerah yang rawan bencana alam seperti gunung merapi dan gempa bumi, dengan kegiatan mitigasi ini, harapan kami anak-anak sekolah dasar mengetahui macam-macam bencana alam, dan bagaimana cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana alam, salah satunya gempa bumi,” Ujarnya. Meski kegiatan ini merupakan simulai bencana alam, namun ratusan siswa-siswi SDN 1 Boyolali tampak antusias mengikuti kegiatan ini hingga selesai. Salah satunya siswi kelas 6, Cantika Putri Bidari (12), “tadi ikut kegiatan mitigasi bencana gempa bumi, dan jika ada gempa bumi saat di sekolah maka bersembunyi dibawah meja, dan meletakkan tas diatas kepala, ia sangat antusias sekali dengan kegiatan ini karena baru pertama kalinya,” Ungkapnya. Harapannya dengan kegiatan ini, anak-anak semakin waspada dan peduli tentang kebencanaan serta mengetahui bagaimana cara untuk menyelamatkan diri di tempatnya masing-masing saat terjadi bencana alam. (Eksani)

Komentar