
Salma Elmutafaqia Putri Azabi (kanan) dari Boyolali, dan Muhammad Fani Nur Wibowo (kiri) dari Kota Magelang, terpilih menjadi Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Nasional mewakili Provinsi Jawa Tengah, saat sesi latihan menari Topeng ireng di Joglo Merapi, Lencoh, Selo, Sabtu (20/7/2019).
BOYOLALI (JAWA TENGAH) --- Menjelang HUT RI ke 74 tahun 2019, setiap provinsi di Indonesia akan mengirimkan dan memilih putra putri terbaiknya untuk menjadi Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara, Jakarta. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata menyeleksi ribuan siswa siswi SMA/ MA/ SMK di 35 Kabupaten/ Kota sejak beberapa bulan lalu. Hasilnya terpilihlah dua orang, satu putra dan satu putri yang mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Nasional, mereka adalah Salma Elmutafaqia Putri Azabi dari SMA Pradita Dirgantara Boyolali, dan Muhammad Fani Nur Wibowo dari SMAN 1 Kota Magelang.
Salma sapaan akrabnya, di Kabupaten Boyolali menyisihkan sekitar 645 siswa siswi SMA lainnya, dara yang memiliki tinggi badan 172 cm dan berusia 17 tahun saat ini duduk di kelas sebelas di SMA Pradita Dirgantara ini merasa senang bisa terpilih dan mewakili Provinsi Jawa Tengah untuk menjadi Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) Nasional di Istana Negara Agustus mendatang. Menurutnya, “untuk menjadi paskibraka nasional tentunya latihan secara rutin, tetap semangat dan selalu berusaha dan jangan lupa berdoa, ia tentunya juga merasa capai saat latihan, tapi kalau sudah ada niat dalam hati pasti ia yakin bisa, dan harus percaya juga bahwa kita bisa, ia berharap pada generasi muda untuk jangan takut untuk bermimpi, dan bermimpilah setinggi tingginya dan juga tetap berusaha dan jangan lupa berdoa, iapun bercita cita menjadi seorang TNI AU dan ingin menjadi penerbang,” Ujarnya saat latihan terakhir di Joglo Merapi, Lencoh, Kecamatan Selo, Sabtu (20/7/2019).
Saat sesi latihan terakhir, kedua siswa terpilih ini selain berlatih fisik dan baris berbaris, mereka juga harus mempunyai talenta yang lain yaitu salah satunya kemampuan menari kesenian tradisional. Salah satu kesenian tradisional yang harus mereka kuasai yaitu tari topeng ireng, oleh sebab itu saat sesi latihan terakhir ia juga dilatih menari tari topeng ireng oleh pelatih. Karena tari ini nantinya akan ditampilkan saat karantina di Jakarta.
Sementara itu menurut Kabid Kepemudaan Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Boyolali, Hartono, yang ikut hadir mendampingi latihan, mengatakan, “adik adik yang terpilih menjadi paskibraka nasional ini nantinya akan berangkat ke Jakarta pada tanggal 24 Juli 2019 untuk dikarantina dahulu disana, mudah mudahan nantinya bisa terpilih pembawa baki saat upacara HUT RI di Istana Negara, rencananya besok senin (22/7) mereka akan berpamitan dahulu dengan Bupati dan Wakil Bupati serta jajaran Muspida di gedung putih atau di kantor Bupati Boyolali,” Ungkapnya. Harapannya mereka bisa bertugas dengan baik dan bisa membanggakan orang tua serta kotanya masing masing terutama Kabupaten Boyolali. (Eksani).
Komentar
Posting Komentar