Ruwahan, Warga Cepogo Boyolali gelar Tradisi Nyadran

                                                                                          (Dok. Press. KB24)
Warga berebut tenongan yang berisi nasi, lauk pauk serta jajanan pasar
 Pada Grebeg Nyadran di Cepogo, Minggu (14/4/2019).
 


Kabar Boyolali 24 --- BOYOLALI – Untuk pertama kalinya grebeg nyadran digelar oleh Pemerintah Kecamatan Cepogo, Boyolali di Halaman Kecamatan Cepogo, Minggu (14/4/2019). Kegiatan ini diikuti setiap dukuh di 15 Desa se Kecamatan Cepogo.
Setiap dukuh membawa tenongan yang berisikan nasi, lauk pauk dan jajanan pasar, ada sekitar 315 tenongan yang dibawa oleh warga menuju halaman kantor Kecamatan Cepogo. Selain itu setiap desa membawa gunungan yang terdiri dari gunungan sayur mayur dan gunungan makanan khas dari masing masing desa. Sadranan di setiap dukuh di 15 Desa se Kecamatan Cepogo dimulai pada 18 April hingga 30 April mendatang.
Sebelum sampai di kantor Kecamatan Cepogo, ratusan tenongan dan 14 gunungan dikirab oleh pasukan Bregodo Keraton Surakarta Hadiningrat sejauh satu kilo meter dari start menuju lokasi, dari dua arah yang berlawanan yang melintasi jalan raya Solo-Selo-Borobudur. Ribuan wargapun tumpah ruah di halaman kantor Kecamatan Cepogo hingga ke tengah jalan.
Menurut salah satu warga Cabean Kunti, Istiyani, “Sebenarnya kegiatan nyadran itu diadakan setiap tahun menjelang puasa atau tepatnya dibulan ruah dalam penanggalan jawa, namun tahun ini berbeda, karena diadakan grebeg nyadran di Kecamatan, kegiatan ini kan merupakan ungkap syukur warga serta ingin mendapatkan keberkahan,” Ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Boyolali, M. Said Hidayat, Kepala Disporapar Boyolali Wiwis Trisiwi Handayani,  Muspida hingga Muspika Cepogo serta para wisatawan mancanegara seperti dari Suriname, Swedia hingga Amerika Serikat. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Boyolali M. Said Hidayat mengapresiasi kegiatan grebeg nyadran tersebut, apalagi ini baru pertama kali digelar oleh Pemerintah Kecamatan Cepogo, kegiatan seperti ini seyogyanya bisa dicontoh oleh Kecamatan yang lain dengan keunggulan dan potensi masing masing kecamatan, bahkan kegiatan ini bisa ditulis kedalam sebuah buku agar bisa dibaca lebih luas oleh semua kalangan. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi event tahunan, serta bisa mendatangkan wisatawan ke Boyolali lebih banyak lagi. Ujarnya. (Sani/KB24)

Komentar