Sejumlah penari kunthul saat sedang menari
di umbul langse, Nepen, Sabtu(19/8) pagi.
di umbul langse, Nepen, Sabtu(19/8) pagi.
Teras - Ratusan warga Dukuh Silem, Desa Kadireso dan desa Nepen menggelar acara merti umbul langse yang berada di Dukuh Lebak, Nepen, Sabtu (19/8) pagi. Kegiatan tersebut sebagai bentuk syukur warga kepada Tuhan atas melimpahnya air umbul langse. Sebelumnya ratusan warga tersebut berjalan dari Dukuh Silem, Kadireso menuju umbul Langse di Desa Nepen dengan jarak sekitar 2 kilo meter. Menariknya Nyanyian sholawat serta kesenian tari kunthul juga disajikan dalam ritual merti umbul langse tersebut. Setelah dua jodang yang berisikan sesaji dan jajanan pasar di doakan oleh pemuka agama setempat, ratusan warga yang berada dipinggir umbul langse tersebut berebut makanan dari satu jodang yang di perebutkan. Sementara satu jodangnya lagi akan diarak lagi menuju umbul sungsang yang berada sekitar 100 meter dari umbul langse. "Sebelumnya sejak tahun 2006 hingga tahun 2010 yang lalu umbul langse tersebut mengalami kekeringan. Berbagai spekulasi dan dugaan muncul di kalangan masyarakat Desa Nepen dan sekitarnya. Namun warga masyarakat terutama warga Dukuh Silem berpendapat bahwa keringnya umbul langse tersebut akibat tidak adanya lagi merti umbul langse yang digelar di tempat tersebut, serta adanya penjualan terhadap air di umbul tersebut" Ungkap salah satu warga, Suprapto. Merti umbul langse yang digelar warga ini merupakan kerjasama yang baik dari empat desa yaitu Desa Nepen, Kadireso, Kopen, dan Doplang. Menurut Kepala Desa Nepen, Sudirno, "Kegiatan ini merupakan wujud syukur warga terhadap melimpahnya mata air yang berada di umbul langse yang sebelumnya sempat mengalami kekeringan. dan sebagai wujud syukur warga menggelar merti umbul langse dan penampilan tari kunthulan dari Dukuh Silem. Ungkapnya. Senada dengan itu, Kepala Desa Kadireso Muh. Edris mengatakan" umbul langse ini merupakan nyawa bagi pertanian yang berada di empat desa yaitu Nepen, Kopen, Kadireso dan Doplang, namun yang paling terdampak air tersebut adalah warga kami yaitu warga Kadireso. Karena mata air umbul langse tersebut mengairi lebih dari 100 hektar sawah warga kami oleh karena itu kami menggelar merti umbul langse ini selain wujud syukur warga juga dalam rangka memperingati HUT RI ke 72 ini kami menampilkan tarian Kunthulan dari warga Dukuh Silem. Ungkapnya. Warga yang sedang berkunjung ke pasar lebak atau yang sedang melintas tidak mau ketinggalan dengan adanya tarian kunthulan tersebut, Mereka langsung mengabadikan momen tersebut dengan Camera dan handphone mereka. Rencananya kegiatan ini akan digelar setiap tahunnya, selain sebagai wujud syukur warga juga sebagai acara memeriahkan HUT RI tiap tahunnya.*sani

joss..
BalasHapus