Sapi milik Supono warga desa Menjing RT 01/RW 02, Desa Pandeyan, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Foto : Senin (5/9) Siang.
Menjelang
Hari Raya Idul Adha, seorang warga desa Menjing RT01 RW 02 Desa Pandeyan,
Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali menjual sapi berukuran jumbo dengan
berat sekitar 1,3 ton.
Sapi
tersebut berjenis limosin, dan dipelihara sejak masih kecil dengan makanan dari
ampas tahu atau kedelai, jagung, bahkan hingga diberi makan konsentrat.
Selain
itu ia juga memberi makan sapi dengan teratur dua kali sehari yaitu pagi dan
sore hari.
Menurut
sang pemilik Supono, “Sapi yang ia pelihara berjenis limosin ini ada empat
ekor, dan sapi limosin inilah yang paling besar, bahkan se-kabupaten Boyolali.
Ia
juga sering mengikuti perlombaan sapi terbesar, bahkan ada pembeli yang
melombakannya hingga ke luar negeri yaitu Afrika, sehingga para pembeli selalu
memilih sapi peliharaanya.
Hari
raya idul adha tahun kemarin sapi peliharaanya dibeli pejabat dari Jakarta dan
Bandung, tetapi saat ini sapi miliknya belum laku terjual, bahkan hingga
beberapa hari menjelang lebaran idul adha hanya ada beberapa orang yang menawar
Rp. 65 juta tapi tidak saya berikan, jika ada yang menawar 75 juta akan saya
berikan, ungkapnya. Senin (5/9) Siang.
Ia
berharap sapi miliknya dapat terjual sebelum lebaran idul adha, sehingga ia
dapat menggunakan uangnya untuk biaya kuliah anaknya atau untuk kebutuhan
lainya. #sani

Komentar
Posting Komentar