Warga Silem gelar Tari Kuntul di Umbul Langse
dan Sungsang, Sabtu, (20/8), Pagi.
BOYOLALI
– Ratusan warga Silem, Desa Kadireso, Kecamatan Teras berdoa untuk kelancaran
kegiatan merti umbul Langse, Lebak, Nepen, Sabtu (20/8) Pagi. Kegiatan
arak-arakan ini dimulai dari Dukuh Silem hingga ke umbul Langse dan umbul
Sungsang yang berada di Lebak, Desa Nepen.
Menurut
Kepala Desa Kadireso, Muh. Edris “ Kegiatan ini untuk meminta kepada yang maha
kuasa agar umbul Langse di Lebak ini diberikan air yang berlimpah, serta
bertujuan untuk melestarikan budaya jawa, khususnya tari kuntulan. Dari mata
air umbul lebak ini dapat mengairi sawah di beberapa desa antara lain, Desa
Nepen, Desa Kopen, Desa Kadireso, Desa Doplang, bahkan hingga ke Kecamatan
Sawit.
Karena
beberapa bulan terakhir airnya semakin berkurang, oleh karena itu warga kami
menggelar do’a dan tari kuntulan serta sesajen dan jajan pasar agar air umbul
ini seperti sedia kala, “Ungkapnya.
Menurut salah satu peserta
Suprapto, “ Tari kuntulan ini diikuti belasan orang, biasanya dua puluh hingga
tiga puluh orang, tapi semakin banyak peserta yang ikut menari maka semakin
baik.
Karena
tari ini merupakan warisan dari leluhur, maka tidak sembarang orang boleh
menarikannya, harus sesuai kriteria dan biasanya tarian ini dilakukan oleh
orang tua atau yang sudah dewasa,”Ungkapnya.
Ditempat
yang sama, tokoh masyarakat Desa Kadireso yang juga perangkat desa setempat H.
Komari mengatakan “ Tari kuntulan ini adalah tari budaya jawa yang bernafaskan
islam, sehingga dengan adanya kegiatan ini, kami secara tidak langsung sudah
melestarikan budaya jawa, khususnya tari kuntulan, “Ujarnya.
Kegiatan
inipun tak dilewatkan oleh masyarakat sekitar, maupun pengunjung pasar lebak
untuk mengabadikan dan memotret tari kuntulan tersebut menggunakan hand phone maupun kamera mereka.
Warga
berharap setelah adanya kegiatan ini, mata air di umbul lebak semakin banyak
dan selalu mengalir deras, sehingga bisa mengairi sawah warga yang ada
disekitarnya. #Sani

Komentar
Posting Komentar