Delman, Transportasi yang kian terpinggirkan

Delman  menjadi alternatif transportasi ditengah banyaknya transportasi darat
 di kota Boyolali, Sabtu (16/7) Siang.


BOYOLALI --- Kemajuan transportasi darat saat sekarang ini semakin berkembang, apalagi dengan kemudahan setiap orang untuk membeli kendaraan pribadi baik cash atau credit di dealer kendaraan bermotor maupun showroom mobil, hal ini mengakibatkan jalan-jalan di kota menjadi padat oleh kendaraan pribadi, sehingga moda transportasi umum seperti bus antar kota dalam provinsi (AKDP), angkutan kota, dan angkutan pedesaan sepi penumpang. Hal ini berimbas pada pendapatan mereka sebagai sopir. Berbeda halnya untuk moda transportasi umum lainnya yang sedikit tidak menimbulkan polusi udara seperti dokar atau delman kendaraan roda dua yang ditarik oleh kuda. Selain menjadi moda transportasi alternatif, delman ini juga biasa digunakan untuk berwisata mengelilingi kota boyolali dan tempat-tempat wisata lainya.
            Keberadaan delman di Boyolali juga sudah cukup lama ada, terlebih lagi pemerintah daerah tidak membatasi keberadaan dokar ini, Mereka tergabung dalam beberapa kelompok paguyuban kusir delman, seperti yang ada di sekitar pasar Sunggingan, Boyolali.
Menurut salah satu kusir, Sugimin mengatakan “sudah lima tahun menjadi kusir delman, penghasilanya setiap hari kurang lebih Rp.50.000,- itupun masih dipotong untuk beli makan kudanya dua kali sehari. Tapi jika hari libur atau lebaran seperti kemarin dapat Rp.100.000 hingga Rp.150.000 /per hari “ungkapnnya.
Ditambahkanya lagi, delman-delman yang mangkal disekitar pasar Sunggingan, Boyolali kota juga sering mengantarkan para wisatawan untuk mengunjungi tempat-tempat icon kota di Boyolali dan tempat-tempat kuliner antara lain, simpang lima, patung lembu sura, alun-alun kabupaten Boyolali dan pancingan Tlatar, tentunya dengan tarif yang disepakati yaitu Rp.50.000,- hingga Rp. 100.000.- pulang pergi.
Kedepan, hendaknya pemerintah membatasi kepemilikan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum, salah satunya dokar atau delman ini. Selain transportasi yang sedikit polusi udara, dapat juga melestarikan moda transportasi tradisional. Jika dikelola dan dipromosikan dengan baik bahkan akan mendatangkan banyak wisatawan ke kota Boyolali. *Sani

Komentar