Jamaah mengikuti ceramah K.H. Habib Masturi
di Silem, Kadireso, Minggu(22/05)
Teras
(Net) --- Dua pekan menjelang bulan suci ramadhan, umat islam di Dukuh Silem,
Desa Kadireso, mempunyai tradisi yang unik dan
turun temurun salah satunya yaitu kegiatan “nyadran” atau berbagi makanan kepada masyarakat
setelah membersihkan makam keluarga atau makam para leluhurnya. Hal ini
bertujuan agar arwah mereka diampuni
oleh Tuhan yang maha kuasa. Setelah tradisi “Nyadran” di Makam selesai
masyarakat mendengarkan ceramah dari K.H. Habib Masturi dari Boyolali. Dalam
ceramahnya ia mengajak masyarakat untuk menguri-uri
budaya jawa, serta mempererat tali
silaturahmi antar sesama. Mantan Wakil Bupati Boyolali itu juga berpesan “tradisi yang positif dan baik agar dilestarikan
jangan sampai tradisi seperti “Nyadran” ini membuat perpecahan diantara umat
islam. Selain itu juga tradisi “Nyadran” ini merupakan salah satu penghormatan
terhadap jasa orang tua yang sudah meninggal atau juga jasa para leluhur ketika
mereka masih hidup, ungkap ketua Forum kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kab.
Boyolali ini, Minggu(22/05).
Menurut
salah satu warga Suyamto (40) kegiatan “Nyadran” ini disebut juga kegiatan ruahan, (dalam bahasa jawa) karena
bertepatan dengan bulan ruah dalam penanggalan jawa. Dan kegiatan ini bertujuan
untuk memohonkan ampunan bagi arwah-arwah keluarga dan para leluhur yang sudah
meninggal, Ungkapnya”. Dalam kegiatan itu, panitia juga menampilkan hadroh dari
Bentangan, Doplang, Teras, Boyolali. #Sani
Komentar
Posting Komentar